Selasa, 06 Juni 2017 0 komentar

JAJAR LEGOWO SUPER

0 komentar

PTT Padi Sawah Irigasi

Senin, 20 Mei 2013 0 komentar

Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

Pembangunan transmigrasi pada prinsipnya adalah upaya pembangunan UPT baru dan pembangunan masyarakat baru. Terwujudnya pembangunan Unit Pemukiman Transmigrasi ( UPT ) yang berkembang baik sangat ditentukan oleh kesiapan Sumber Daya Manusia, oleh karena itu Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) yang pelaksanaannya oleh Bidang UPTD BPSDT di Hotel Lading pada tanggal 18 Mei s/d 24 Mei 2013 adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan transmigran di bidang PHP sehingga transmigran dapat mengolah hasil pertaniannya menjadi barang jadi maupun setengah jadi  dalam upaya meningkatkan perekonomian dan pendapatannya.


Untuk mendorong terwujudnya partisipasi masyarakat tersebut maka upaya pemberdayaan masyarakat mutlak harus dilakukan. Pemberdayaan yang dilakukan terhadap masyarakat tersebut meliputi aspek ekonomi dan sosial budaya. Dengan maksud agar terciptanya masyarakat yang  tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

Pemberdayaan ini sendiri bermakna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri dan potensi alam pemukimannya dalam mewujudkan kesejahteraannya. Mengingat kondisi masyarakat pemukiman UPT umumnya sangat marginal baik dari aspek pengetahuan dan keterampilan, maka untuk mendukung upaya tersebut, Pelatihan PHP merupakan tahap awal dari serangkaian upaya untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dengan konsep dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Di satu sisi, pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan transmigran di bidang PHP.

Di sisi lain, dirancang untuk meningkatkan daya mampu transmigran untuk menemukenali ( identifikasi ) komoditas unggulan, melakukan pengolahan hasil, merencanakan keuangan dan menyusun rencana kerja tindak lanjut untuk dirinya sendiri.


Hasil Karya Peserta Pelatihan
Susu Kedelai


Selai Wortel Nanas

Sari Jahe Instan

Abon Ikan

Manisan Papaya

Dodol Pisang

Ubi Ampera

Keripik/Peyek Bayam

0 komentar

30 Warga Transmigrasi Dilatih Tatakelola Pemerintahan Desa


Laporan : Asnawi Ismail | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH
 - Sebanyak 30 keuchik, sekretaris gampong, kepala dusun, dan tokoh pemuda dari unit pemukiman transmigrasi (UPT) lokal, utusan lima kabupaten di Aceh, dilatih tatakelola pemerintahan desa.
Pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Lading Banda Aceh, itu dibuka oleh Kadisnakermobduk Aceh.(***)

Editor : faisal

0 komentar

Bupati Berharap Program Transmigrasi Bisa Hidup Kembali di Aceh Barat


Bupati Aceh Barat
Bupati Aceh Barat : HT. Alaidinsyah (H. Tito)
BUPATI Aceh Barat, HT Alaidinsyah, sabtu (23/3/2013), mengharapkan program transmigrasi hidup kembali di Aceh Barat. Sebab katanya, kehadiran para transmigrasi di Aceh Barat dapat memberikan kontribusi yang sangat besar untuk masyarakat. Namun karena kondisi keamanan yang disebabkan konflik, maka program transmigrasi tidak berjalan efektif.
“Dahulu, hampir semua pasokan bahan baku, bumbu dapur serta buah-buahan berasal dari panen masyarakat transmigrasi,” kata Bupati Aceh Barat.
“Wajar jika dahulu, masa kejayaan transmigrasi, semua komoditi unggulan di Aceh Barat, dipasarkan keluar Aceh hingga Sumatera Utara dan Pulau Jawa dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar H. Tito panggilan akrabnya.
Program transmigrasi dinilai sangat positif bagi peradaban masyarakat Aceh, karena, secara tidak lansung menjadi motivator bagi warga lokal untuk ikut bekerja keras dengan mengelola sumber daya lahan yang ada.
Tidak dapat dipungkiri, sebuah daerah tentu akan sulit bekembang jika menutup diri terhadap kehadiran pendatang, karena dengan sikap keterbukaan yang positif dapat mendukung proses pencerdasan masyarakat dan pembangunan daerah.
Pemerintah Aceh Barat sangat terbuka dengan kehadiran pendatang, terutama bagi mereka yang mau berinvestasi di bumi Teuku Umar, dengan komitmen memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.
“sekaranag sudah ada perusahaan pertambangan, perusahaan pertanian, perusahaan perkebunan, perusahaan perikanan di Aceh Barat, tentu membuka peluang lapangan kerja di daerah,” tambahnya (acehterkini/zamhuri)
 
;