Pembangunan
transmigrasi pada prinsipnya adalah upaya pembangunan UPT baru dan pembangunan
masyarakat baru. Terwujudnya pembangunan Unit Pemukiman Transmigrasi ( UPT )
yang berkembang baik sangat ditentukan oleh kesiapan Sumber Daya Manusia, oleh
karena itu Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) yang pelaksanaannya oleh Bidang UPTD
BPSDT di Hotel Lading pada tanggal 18 Mei s/d 24 Mei 2013 adalah untuk
memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan transmigran di bidang PHP
sehingga transmigran dapat mengolah hasil pertaniannya menjadi barang jadi
maupun setengah jadi dalam upaya
meningkatkan perekonomian dan pendapatannya.
Untuk
mendorong terwujudnya partisipasi masyarakat tersebut maka upaya pemberdayaan
masyarakat mutlak harus dilakukan. Pemberdayaan yang dilakukan terhadap
masyarakat tersebut meliputi aspek ekonomi dan sosial budaya. Dengan maksud
agar terciptanya masyarakat yang tidak lagi bergantung pada bantuan
pemerintah.
Pemberdayaan
ini sendiri bermakna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
mengembangkan potensi dirinya sendiri dan
potensi alam pemukimannya dalam
mewujudkan kesejahteraannya. Mengingat kondisi masyarakat pemukiman UPT umumnya
sangat marginal baik dari aspek pengetahuan dan keterampilan, maka
untuk mendukung upaya tersebut, Pelatihan PHP merupakan
tahap awal dari serangkaian upaya untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran
dengan konsep dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Di
satu sisi, pelatihan ini dirancang untuk
memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan transmigran di bidang PHP.
Di sisi lain, dirancang untuk meningkatkan daya mampu transmigran untuk
menemukenali ( identifikasi ) komoditas unggulan, melakukan pengolahan hasil,
merencanakan keuangan dan menyusun rencana kerja tindak lanjut untuk dirinya
sendiri.
Hasil Karya Peserta Pelatihan
Susu Kedelai
Selai Wortel Nanas
Abon Ikan
Manisan Papaya
Dodol Pisang
Ubi Ampera
Keripik/Peyek Bayam
Laporan : Asnawi Ismail | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 30 keuchik, sekretaris gampong, kepala dusun, dan tokoh pemuda dari unit pemukiman transmigrasi (UPT) lokal, utusan lima kabupaten di Aceh, dilatih tatakelola pemerintahan desa.
Pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Lading Banda Aceh, itu dibuka oleh Kadisnakermobduk Aceh.(***)
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 30 keuchik, sekretaris gampong, kepala dusun, dan tokoh pemuda dari unit pemukiman transmigrasi (UPT) lokal, utusan lima kabupaten di Aceh, dilatih tatakelola pemerintahan desa.
Pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Lading Banda Aceh, itu dibuka oleh Kadisnakermobduk Aceh.(***)
Editor : faisal
BUPATI Aceh Barat, HT Alaidinsyah, sabtu (23/3/2013), mengharapkan program transmigrasi hidup kembali di Aceh Barat. Sebab katanya, kehadiran para transmigrasi di Aceh Barat dapat memberikan kontribusi yang sangat besar untuk masyarakat. Namun karena kondisi keamanan yang disebabkan konflik, maka program transmigrasi tidak berjalan efektif.
“Dahulu, hampir semua pasokan bahan baku, bumbu dapur serta buah-buahan berasal dari panen masyarakat transmigrasi,” kata Bupati Aceh Barat.
“Wajar jika dahulu, masa kejayaan transmigrasi, semua komoditi unggulan di Aceh Barat, dipasarkan keluar Aceh hingga Sumatera Utara dan Pulau Jawa dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar H. Tito panggilan akrabnya.
Program transmigrasi dinilai sangat positif bagi peradaban masyarakat Aceh, karena, secara tidak lansung menjadi motivator bagi warga lokal untuk ikut bekerja keras dengan mengelola sumber daya lahan yang ada.
Tidak dapat dipungkiri, sebuah daerah tentu akan sulit bekembang jika menutup diri terhadap kehadiran pendatang, karena dengan sikap keterbukaan yang positif dapat mendukung proses pencerdasan masyarakat dan pembangunan daerah.
Pemerintah Aceh Barat sangat terbuka dengan kehadiran pendatang, terutama bagi mereka yang mau berinvestasi di bumi Teuku Umar, dengan komitmen memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.
“sekaranag sudah ada perusahaan pertambangan, perusahaan pertanian, perusahaan perkebunan, perusahaan perikanan di Aceh Barat, tentu membuka peluang lapangan kerja di daerah,” tambahnya (acehterkini/zamhuri)
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact